Depok - Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma (FK UG) kembali memperkuat langkahnya dalam membangun jejaring akademik internasional melalui kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia bersama perwakilan Universitas Bourgogne Europe ke Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus F8 FK UG pada Selasa, 9 September 2025 tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan perspektif pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Prancis.
Kunjungan ini menjadi ruang dialog untuk memperkenalkan lingkungan akademik FK UG sekaligus membuka peluang penguatan hubungan kelembagaan dengan mitra pendidikan tinggi internasional. Kehadiran perwakilan diplomatik Prancis dan Universitas Bourgogne Europe mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan pendidikan di era digital.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan International Seminar: “Human Cognition in the Digital Era: Memory, Digital Reading and Immersive Learning.” Seminar ini mengangkat tema yang semakin relevan dalam perkembangan pendidikan masa kini, khususnya mengenai bagaimana teknologi digital memengaruhi cara manusia menerima, membaca, memahami, menyimpan, dan mengolah informasi.
Memahami Kognisi Manusia di Tengah Transformasi Digital
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan informasi. Beragam perangkat dan platform digital memberikan akses pengetahuan yang semakin cepat dan luas, namun pada saat yang sama menghadirkan pertanyaan baru mengenai bagaimana perubahan tersebut memengaruhi proses kognitif manusia.
Melalui seminar internasional ini, isu memori, digital reading, dan immersive learning menjadi bagian penting dari diskusi akademik. Ketiga aspek tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga dengan bagaimana proses pembelajaran dirancang agar tetap memperhatikan karakteristik dan kemampuan kognitif manusia.
Pembahasan mengenai memory menjadi relevan ketika peserta didik berhadapan dengan arus informasi digital yang begitu besar. Sementara itu, perkembangan digital reading menghadirkan perubahan pada kebiasaan membaca dan memahami teks. Di sisi lain, immersive learning menawarkan pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan pengalaman digital untuk menciptakan proses belajar yang lebih interaktif dan kontekstual.
Bagi lingkungan pendidikan kedokteran, pembahasan tersebut memiliki arti tersendiri. Pendidikan kedokteran menuntut kemampuan memahami informasi ilmiah dalam jumlah besar, mempertahankan pengetahuan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan. Karena itu, pemahaman mengenai hubungan antara teknologi, proses belajar, dan kognisi manusia menjadi semakin penting.
Membuka Ruang Kolaborasi dan Pertukaran Pengetahuan
Kunjungan dan seminar internasional ini tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan membangun koneksi akademik antara institusi di Indonesia dan Prancis. Interaksi antara sivitas akademika dengan mitra internasional diharapkan dapat memperkaya wawasan serta membuka peluang pengembangan kerja sama pada bidang pendidikan, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya.
Bagi FK UG, momentum ini menjadi bagian dari upaya untuk terus menghadirkan lingkungan akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global. Kehadiran mitra internasional memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk melihat isu pendidikan dan kesehatan dari perspektif yang lebih luas sekaligus memperkuat budaya akademik yang kolaboratif.
Melalui kegiatan ini, FK UG menunjukkan bahwa pendidikan kedokteran tidak berdiri sendiri di tengah perubahan zaman. Kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap manusia sebagai pembelajar. Dari ruang akademik inilah, dialog internasional diharapkan dapat melahirkan gagasan, memperluas jejaring, dan menjadi pijakan bagi kolaborasi yang berkelanjutan.
Kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Universitas Bourgogne Europe serta International Seminar 2025 menjadi momentum FK UG untuk mempertemukan diplomasi, pendidikan, dan ilmu pengetahuan dalam satu ruang dialog membangun jembatan akademik Indonesia–Prancis untuk menjawab tantangan pembelajaran di era digital.
