Depok — Ilmu kedokteran memperoleh makna yang lebih luas ketika pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di lingkungan akademik dapat hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma dalam kegiatan Sunatan Massal dan Medical Check-Up Gratis yang diselenggarakan oleh Unit Pengumpul Zakat Universitas Gunadarma (UPZ UG) bekerja sama dengan BAZNAS Republik Indonesia di Auditorium Lantai 3 Kampus F6 Universitas Gunadarma.
Kegiatan yang dibuka oleh Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E.S. Margianti, S.E., M.M., tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan kapasitas perguruan tinggi untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dalam pembukaannya, Rektor menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi yang tidak berhenti pada aktivitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga diterjemahkan melalui aksi sosial yang memberikan dampak nyata.
Salah satu layanan utama dalam kegiatan UPZ UG Berdampak 2026 adalah sunatan massal. Sebanyak 44 anak berusia 2 hingga 14 tahun mendapatkan layanan sunatan dalam kegiatan tersebut. Pelayanan dilaksanakan dengan dukungan tim medis Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma yang terlibat langsung dalam proses tindakan dan memastikan aspek keselamatan serta kenyamanan peserta menjadi perhatian selama pelayanan. Bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis. Suasana yang nyaman dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi anak juga menjadi bagian penting dalam proses pelayanan. Karena itu, tim medis turut memperhatikan aspek psikologis dan kenyamanan peserta selama menjalani tindakan.
Keterlibatan Fakultas Kedokteran dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa kompetensi klinis yang dikembangkan dalam lingkungan pendidikan dapat diterapkan dalam konteks pelayanan masyarakat. Tenaga medis tidak hanya menjalankan tindakan sesuai prosedur, tetapi juga membawa prinsip profesionalisme, keselamatan pasien, kebersihan, dan komunikasi ke dalam setiap tahapan pelayanan. Selain sunatan massal, kegiatan ini menyediakan layanan medical check-up bagi 150 peserta yang berasal dari masyarakat umum maupun sivitas akademika Universitas Gunadarma. Pemeriksaan mencakup skrining gula darah, asam urat, dan kadar kolesterol sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan dasar.
Kehadiran pemeriksaan kesehatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya. Pemeriksaan sederhana seperti ini juga memiliki nilai edukatif karena dapat mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan faktor risiko penyakit dan membangun kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada tindakan kuratif, tetapi juga membuka ruang bagi pendekatan promotif dan preventif. Masyarakat mendapatkan layanan sekaligus kesempatan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Bagi Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma, kegiatan pengabdian seperti ini memiliki dimensi pendidikan yang tidak kalah penting. Mahasiswa kedokteran memperoleh kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan melihat bagaimana kompetensi kesehatan diterapkan dalam situasi pelayanan yang sesungguhnya. Pengalaman tersebut mempertemukan pengetahuan akademik dengan berbagai kebutuhan manusia yang nyata. Mahasiswa belajar bahwa pelayanan kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Komunikasi, empati, ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan memberikan rasa aman kepada pasien merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme seorang dokter.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter calon tenaga kesehatan. Interaksi dengan anak-anak yang mengikuti sunatan, keluarga peserta, maupun masyarakat yang menjalani pemeriksaan kesehatan memberikan pengalaman yang dapat memperkaya perspektif mahasiswa mengenai kondisi kesehatan di masyarakat.
Kolaborasi UPZ dan FKUG Memperkuat Dampak Sosial
Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kekuatan berbagai unsur di dalam ekosistem Universitas Gunadarma dapat dipadukan untuk menghasilkan manfaat yang lebih konkret. UPZ UG berperan sebagai penyelenggara kegiatan sosial, BAZNAS RI menjadi mitra dalam pelaksanaan program, sementara Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma menghadirkan kompetensi medis melalui tim kesehatan yang terlibat di lapangan.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena pengabdian kepada masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar niat baik. Pelayanan kesehatan harus dilaksanakan dengan memperhatikan kompetensi, prosedur, keselamatan, dan kualitas layanan. Dalam kegiatan ini, tim medis FKUG memastikan tindakan kesehatan dilaksanakan berdasarkan prosedur klinis dan prinsip sterilitas.
Model kolaborasi semacam ini juga memperlihatkan potensi perguruan tinggi dalam menghubungkan pendidikan, keahlian profesional, dan pelayanan sosial. Pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat bergerak keluar dari ruang akademik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pengabdian yang Menghubungkan Ilmu dan Kemanusiaan
Keterlibatan Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma dalam Sunatan Massal dan Medical Check-Up Gratis menjadi bagian dari praktik pengabdian kepada masyarakat yang mempertemukan kompetensi kedokteran dengan kebutuhan sosial. Sebanyak 44 anak memperoleh layanan sunatan, sementara 150 peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Di balik angka tersebut terdapat pengalaman pelayanan, interaksi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, serta proses pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran.
Bagi Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma, pengabdian bukan sekadar kegiatan yang dilakukan di luar kampus. Pengabdian merupakan ruang untuk menguji relevansi ilmu, membangun kepedulian, sekaligus menanamkan pemahaman bahwa profesi dokter pada dasarnya berorientasi pada manusia. Melalui kegiatan seperti ini, Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma terus membuka ruang agar ilmu kedokteran tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi hadir sebagai pelayanan yang memberikan manfaat nyata.
